Peringati Hari Sumpah Pemuda, Fakultas Ilmu Kesehatan UBT Adakan Seminar dan Workshop Tentang Diabetes Melitus

Tarakan, Lensaborneo.com – Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda, HMJ Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UBT mengadakan seminar dan workshop bertema “Identifikasi Kaki Pasien Diabetes Melitus” di gedung rektorat, sabtu (28/10/2017).

Aswan selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa kegiatan seminar dan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus serta meningkatkan motivasi dalam pembelajaran. “Kami mengadakan kegiatan ini dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus serta meningkatkan motivasi dalam pembelajaran”, ungkapnya.

Aswan juga menjelaskan bahwa seminar ini dilakukan agar generasi-generasi muda dapat mengetahui gejala-gejala penyakit diabetes melitus. “Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit diabetes melitus ini tidak menular, tetapi penyakit ini banyak terjadi pada usia-usia lanjut misalnya usia 40-an, kita melakukan seminar ini agar generasi-generasi muda seperti kita bisa mengetahui gejala-gejala penyakit diabetes melitus seperti yang telah dipaparkan oleh pemateri, agar kita lebih mengerti, lebih paham tentang penyakit ini karena seperti yang kita ketahui bahwa di kota tarakan ini banyak masyarakat yang terkena diabetes”,jelasnya saat ditemui usai seminar.

Adri Paton memberikan apresiasi kepada FIKES atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Pertama-tama saya memberikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Kesehatan yang sudah melakukan workshop yang berhubungan dengan masalah identifikasi kaki pasien diabetes melitus karena banyak masyarakat sekarang ini tidak paham bahwa penyakit diabetes ini tidak hanya disebabkan dari keturunan genetik tetapi lebih banyak dari pola makan yang sembarangan, terus kurang berolahraga, kurang menjaga kebersihan sehingga mengakibatkan hal ini”, ungkap Rektor.

Adri Paton juga mengutarakan manfaat yang menjadi alasannya untuk mengikuti seminar tersebut. “Penyakit diabetes melitus ini sebenarnya bisa ditangani apabila kita mengetahui secara dini, misalnya orang tua kita itu mengidap penyakit diabetes melitus maka kita berusaha sebagai anak menghindari makan seperti minum-minuman yang manis dan juga berolahraga, sehingga walaupun kita ada keturunan genetik itu insya allah bisa diatasi. Oleh karena itu saya berpikir bahwa hal ini luar biasa bagus maka saya mengikuti sampai akhir”, paparnya.

Selain itu, dalam rangka ini beliau juga menyampaikan pentingnya untuk senantiasa menjaga persatuan dan tetap komitmen untuk melaksanakan empat konsensus dasar Indonesia. “Saya ingin menyampaikan tepatnya 28 Oktober itu adalah hari sumpah pemuda dimana pemuda kita yang berasal dari berbagai daerah berkomitmen bertanah air satu tanah air indonesia, berbahasa satu bahasa indonesia dan berbangsa satu bangsa indonesia. Di hari sumpah pemuda ini mari kita melaksanakan 4 konsensus dasar itu, kita tetap komitmen terhadap UUD 1945, kita jadikan pancasila sebagai landasan idil,  kita jadikan NKRI dan kebinekaan. Dan ingat kebinekaan atau  perbedaan itu adalah kekuatan , itu adalah keindahan. Lihat pelangi, kalau hanya satu warna itu tidak indah dia. Tapi karena dia punya banyak warna yang berbeda-beda maka indahlah dia.  Jadi kita harus mensyukuri adanya perbedaan ini.  Oleh karena itu, di hari sumpah pemuda ini saya ingin menyampaikan marilah kita tetap menjaga NKRI. NKRI itu adalah harga mati dan UUD 1945, Pancasila dan Kebinekaan itu adalah 4 konsensus dasar yang harus dipertahankan”, tuntasnya.(dik/zai)

 

Reply